Ikhtiar Menjaga Konsistensi Menulis

 


Lama sudah saya tidak memposting tulisan di fresky93.blogspot.com. Entah kenapa, tiba-tiba rasa malas dan kebiasaan menunda itu kerap kali menghinggapi. Padahal, niat awal saya membuat blog yaitu untuk melatih kemampuan menulis dan menjaga konsistensi dalam menulis. Menulis apa saja. Tidak harus yang bersifat teoritis atau tulisan ilmiah.


Saya akui, menunda dan malas adalah dua kebiasaan yang menjadi ancaman nyata bagi setiap penulis. Kenapa? Karena jika kedua kebiasaan itu terus dilakoni, maka produktivitas dalam berkarya akan mandek. Gairah menulis pun perlahan akan menjadi hilang. Untungnya, meskipun saya tidak aktif memposting tulisan di blog, saya tetap sempatkan menulis di beberapa platform. Tapi itu bukan menjadi pembenaran. Sebab, konsisten memposting tulisan di blog itu adalah untuk mendeteksi kedisiplinan diri dalam menulis; sejauh mana berkomitmen untuk menghasilkan tulisan dalam setiap harinya.


Setalah sekian tahun vakum di dunia blogger, melalui tulisan ini saya hendak menyapa Anda semua bahwa saya aktif kembali. Ini juga menjadi salah satu wujud membangun kembali komitmen menulis di blog yang mulai tergerus oleh berbagai kesibukan (atau sok sibuk?). Rasa-rasanya setiap orang pasti memiliki kesibukan. Pun demikian dengan saya. Namun, hal itu bukanlah alasan apalagi pembenaran untuk konsisten menulis. Apalagi yang memiliki tekad untuk menjadi penulis hebat dan produktif. 


Mana ada penulis hebat yang lahir dengan instan. Semuanya membutuhkan waktu dan proses. Butuh perjuangan, pengorbanan, konsistensi, dan spirit pantang menyerah. Sama halnya ketika hendak mendapatkan mutiara di dasar laut kita harus berani menyelam dan berenang untuk mencari dan menemukannnya. Begitu juga dengan orang yang ingin menjadi penulis dan menghasilkan karya yang hebat, dia harus menulis dan terus menulis. Memprioritaskan aktivitas menulis dalam kesehariannya. Tidak harus menunggu datangnya momentum atau inspirasi. Inspirasi ataupun ide kadang harus dicari dan digali. Bukan duduk menunggu bola. Tapi berlari menjemput bola. Artinya mesti proaktif mendapatkan ide, lalu mengolahnya. 


Lewat catatan ringkas ini, saya pastikan blog ini aktif kembali. Intinya, siapa saja yang ingin produktif menulis, maka mulailah menulis sekarang juga. Belajar dari pengalaman, bahwa menunda justru membuat kita terlena. Menjadikan waktu terbuang sia-sia. Padahal, waktu adalah harta yang sangat bernilai dalam hidup kita. Sekali pergi, tak akan pernah kembali lagi. Sebab itu, saya mengajak diri saya sendiri dan Anda semua untuk belajar untuk menghargai waktu dengan konsisten berkarya. Sekali lagi, catatan ini menjadi upaya saya menghargai waktu serta menjaga konsistensi dalam menulis.



Unisma Malang,

Kamis, 29 Desember 2022

10.20 WIB


Oleh: Muhammad Aufal Fresky 










Komentar